Arti Selumbari, Tulat, Tubin, dan Cekelong: Istilah Hari dalam Bahasa Indonesia yang Jarang Diketahui
Halo, Sahabat LBI!
Kita tentu sudah akrab dengan istilah hari ini, kemarin, besok, dan lusa dalam bahasa Indonesia. Namun, pernahkah kalian merasa kesulitan saat ingin menyebut hari yang lebih jauh, misalnya dua hari sebelum hari ini atau tiga hari setelahnya? Menariknya, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebenarnya telah mencatat istilah-istilah khusus untuk menyebut hari-hari tersebut. Dengan mengenalnya, kita bisa membuat bahasa Indonesia yang kita gunakan menjadi lebih kaya dan bervariasi. Sayangnya, istilah-istilah ini belum banyak dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bahas ragam istilah untuk menyatakan hari di luar kata hari ini, kemarin, besok, dan lusa. Apa saja, ya?
- Selumbari: Dua Hari Sebelum Hari ini
Untuk menyebut dua hari sebelum hari ini, kita dapat menggunakan kata selumbari.
Contoh: Jika hari ini adalah Kamis, maka selumbari merujuk pada hari Selasa.
- Tulat: Tiga Hari Setelah Hari Ini
Istilah tulat kerap kali tertukar dengan kata lusa, padahal keduanya memiliki perbedaan makna yang cukup jauh. Tulat digunakan untuk menyebut tiga hari setelah hari ini.
Contoh: Jika hari ini adalah Senin, maka tulat adalah Kamis.
- Tubin: Empat Hari Setelah Hari ini
Meski jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tubin tetap merupakan istilah baku untuk menyebut empat hari setelah hari ini.
Contoh: Jika hari ini adalah Rabu, maka tubin adalah Minggu.
- Cekelong: Lima Hari Setelah Hari Ini
Sama seperti tubin, istilah cekelong juga kurang populer digunakan. Namun, kata ini dapat digunakan untuk menyebut lima hari setelah hari ini.
Contoh: Jika hari ini adalah Selasa, maka cekelong jatuh pada hari Minggu.
Mengetahui istilah-istilah tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki sistem penanda waktu yang kaya dan terstruktur. Meskipun tidak semuanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, mengenal kata selumbari, tulat, tubin, dan cekelong dapat memperluas wawasan kebahasaan kita serta membuat penggunaan bahasa menjadi lebih variatif dan menarik.
Penulis: Tri Handayani (Sastra Indonesia, 2023)