Sambo: Sejarah, Asal Usul, dan Jenis Seni Bela Diri Rusia
Halo, Sahabat LBI!
Setelah membahas kemegahan sumo dari Jepang, teknik ssireum dari Korea, dan filosofi patol dari Nusantara, kali ini kita akan mengenal sambo, seni bela diri asal Rusia yang lahir pada awal abad ke-20. Istilah sambo merupakan singkatan dari samozashchita bez oruzhiya, yang berarti “bela diri tanpa senjata”. Olahraga ini memadukan elemen gulat tradisional dan teknikalitas Judo. Berbeda dengan ssireum, sumo, dan patol yang sarat nilai ritual dan filosofi, sambo dikembangkan sebagai sistem pertarungan yang praktis—baik untuk olahraga maupun kebutuhan militer. Lalu, bagaimana sejarah dan perkembangannya? Yuk, kita telusuri!
Pada awal 1920-an, dua tokoh Rusia, Viktor Spiridonov dan Vasili Oshchepkov, berkeliling dunia untuk meneliti berbagai teknik bela diri dari berbagai negara. Oshchepkov bahkan sempat belajar langsung di Jepang dan tinggal di sana selama beberapa tahun untuk mempelajari judo. Dari pengalaman tersebut, mereka mulai menggabungkan teknik gulat tradisional dengan pendekatan ilmiah untuk menciptakan sistem bela diri yang efektif. Upaya ini kemudian dilanjutkan oleh murid Oshchepkov, Anatoly Kharlampiev, yang pada tahun 1938 menyatukan berbagai teknik gulat tradisional—seperti Chidaoba dari Georgia, Kokh dari Armenia, dan Köräş dari Tatar—dengan elemen judo. Dari sinilah sambo mulai terbentuk sebagai disiplin bela diri yang utuh.
Setelah diakui secara resmi oleh pemerintah Uni Soviet, sambo segera diadopsi sebagai bela diri utama bagi militer. Seiring perkembangannya, sambo terbagi menjadi dua aliran utama, yaitu Sport Sambo (Sambo Olahraga)—yang berfokus pada teknik lemparan, bantingan, dan kuncian (terutama pada kaki), mirip judo namun tanpa teknik cekikan—dan Combat Sambo (Sambo Tempur), versi militer yang lebih lengkap, memperbolehkan pukulan, tendangan, siku, lutut, hingga teknik pertahanan diri dalam situasi nyata.
Di era modern, popularitas sambo berkembang pesat dan diakui sebagai salah satu seni bela diri yang efektif di dunia. Popularitasnya semakin meningkat berkat para atlet yang mendominasi ajang Mixed Martial Arts (MMA). Beberapa nama besar seperti Khabib Nurmagomedov, sang juara UFC kelas ringan dengan rekor tak terkalahkan, dan Fedor Emilianenko, sang juara PRIDE kelas berat dengan panggilan The Last Emperor (Sang Kaisar Terakhir), dikenal menggunakan sambo sebagai dasar teknik bertarung mereka dan mewariskannya kepada generasi-generasi setelahnya. Pengakuan global pun terus berkembang. Pada tahun 2021, Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) secara resmi mengakui sambo sebagai cabang olahraga internasional, dan upaya untuk mengikutsertakannya di ajang Olimpiade 2028 nanti pun masih terus berlangsung.
Sambo adalah bukti bahwa perpaduan tradisi dan inovasi dapat melahirkan sistem bela diri yang relevan hingga saat ini. Dari akar tradisional hingga menjadi olahraga modern kelas dunia, sambo menunjukkan bagaimana sebuah disiplin dapat beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Jadi, setelah mengenal sejarah dan perkembangan sambo, apakah Sahabat LBI tertarik untuk mencoba seni bela diri yang satu ini?
Penulis: Zaidan Manaf Mardani (Sastra Inggris, 2023)